Tips Mencari Hotel di Yogyakarta Saat Musim Liburan

Yogyakarta kerap menjadi destinasi liburan wisatawan nusantara. Hal itu terbukti dengan tingginya tingkat hunian hotel di Yogyakarta.

Public Relations Hotel Santika Premiere Jogja Satri N mengatakan tingkat hunian di hotelnya kerap penuh pada musim liburan. Tingkat hunian hotel di Yogyakarta menurut Satri mencapai 80 persen pada musim liburan sekolah atau akhir pekan panjang.

Nah, lalu bagaimana agar tetap bisa berlibur dan menginap di hotel sekitar Yogyakarta saat musim liburan? Director of Sales Hotel Santika Premiere Jogja, Dono Prasetyo dan Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, Istidjab M Danunagoro berbagi tipsmemilih hotel di Yogyakarta pada musim liburan.

Cek Online Travel Agent (OTA)

Musim liburan menurut Istidjab adalah masa-masa peak season yang terlihat dengan tingginya tingkat hunian hotel. Ia menyarankan wisatawan untuk memesan lewat OTA.

Wisatawan bisa mengecek harga, kelas hotel, fasilitas hotel yang dimiliki, dan memesan kamar. Menurut Istidjab, dengan bantuan OTA, wisatawan tak perlu berkeliling hotel untuk mencari kamar.

Cari hotel di luar lokasi Ring 1 Yogyakarta

Di Yogyakarta dikenal memiliki zonasi hotel yang ditentukan dari jauh dekatnya Keraton Yogyakarta. Dono mengatakan jika hotel-hotel di seputar Jalan Malioboro yang termasuk Ring 1 penuh, wisatawan bisa mencari di zona Ring 2 dan 3.

Dono menyebutkan, zona Ring 2 terletak selepas Monumen Tugu Yogyakarta sekitar 2-3 kilometer ke sisi luar. Sementera zona Ring 3 terletak di daerah Kaliurang hingga Bantul.

Istidjab menjelaskan, terdapat banyak hotel-hotel non bintang yang tak terhubung dengan OTA di area luar Kota Yogyakarta. Ia menyebutkan terdapat 1.100 hotel non bintang yang berjumlah total 13.500 kamar yang tersebar di Kaliurang atau yang terdekat dari Keraton Yogyakarta seperti di Prawirotaman 3.

Pesan minimal seminggu

Ada baiknya memesan hotel seminggu sebelum berangkat ke Yogyakarta. Dono menyebut, waktu satu minggu itu adalah waktu terbaik untuk memesan kamar hotel bagi wisatawan yang menggunakan mobil pribadi saat berwisata di Yogyakarta.

Dono menambahkan, untuk wisatawan yang menggunakan kendaraan umum untuk menuju dan berkeliling Yogyakarta ada baiknya memesan kamar hotel lebih dari seminggu sebelum keberangkatan. Hal itu mengantisipasi wisatawan tak dapat kamar hotel dan mesti berkeliling dari hotel ke hotel.

Hindari last minute booking

Hotel-hotel di Kota Yogyakarta kerap penuh jelang liburan. Dono menyarankan untuk menghindari memesan hotel last minute jika ingin berwisata ke Yogyakarta.

Selain, berisiko tak dapat kamar hotel, wisatawan juga akan mendapatkan harga kamar yang tertinggi. Harga yang tinggi itu karena hotel-hotel dengan kelas budget maupun kelas terendah telah habis terjual.

Pastikan informasi hotel tempat menginap

Dono mengatakan, lebih baik untuk memastikan informasi tentang hotel-hotel yang akan ditempati. Pastikan informasi tentang jumlah kamar, fasilitas yang dimiliki, jarak dengan tempat wisata, harga, dan informasi lainnya.

Pastikan akomodasi hotel yang akan diinapi sesuai dengan rencana. Biasanya jelang liburan di Yogyakarta, permintaan kamar hotel akan meningkat dan menyebabkan harga kamar bervariasi dari berbagai tipe.

Pilih hotel non budget

Biasanya, hotel-hotel budget atau berbintang tiga akan jadi incaran wisatawan ketika berwisata ke Yogyakarta. Dono mengatakan, wisatawan bisa memilih hotel-hotel berbintang empat atau lima di Yogyakarta.

Hotel-hotel bintang empat atau lima biasanya memiliki sisa-sisa kamar yang bisa wisatawan inapi.

Jangan Hanya Wisata di Jogja, Kunjungi 5 Tempat Wisata Dekat Jogja Ini

Apabila Anda berwisata ke Yogyakarta, coba lanjutkan perjalanan di sekitar Yogyakarta. Mampir sejenak di daerah sekitar Yogyakarta seperti misalnya Magelang dan Boyolali. Berikut 5 tempat wisata di sekitar Yogyakarta yang patut Anda kunjungi.

Ketep Pass

Tempat yang satu ini jadi favorit di kalangan wisatawan terutama anak muda. Di sini Anda bisa menikmati pesona alam dari lima gunung sekaligus. Para wisatawan dapat langsung memandangi Gunung Merapi, Merbabu, Sindoro, Slamet dan Sumbing.

Selain itu di Ketep Pass juga terdapat Museum Vulkanologi, Gardu Pandang, Teropong, Bioskop dan Pelataran Panca Arga. Anda dapat melihat pemandangan dengan teropong yang tersedia di Gardu Pandang dan Pelataran Panca Arga. Untuk memasuki Ketep Pass yang terletak di Magelang, Jawa Tengah, Anda harus membayar Rp 7.500.

TRIBUNJOGJA.COM/AGUNG ISMIYANTOSejumlah wisatawan tampak asyik melakukan rafting dengan perahu karet di Sungai Elo, Rabu (1/1/2014) siang. Kunjungan wisatawan di sejumlah obyek wisata di Kabupaten Magelang mengalami peningkatan cukup drastis saat liburan natal dan tahun baru kali ini.

Sungai Elo

Sungai ini terletak di Desa Pare, Magelang, Jawa Tengah. Sungai ini merupakan tempat favorit wisatawan untuk melakukan aktivitas rafting atau arum jeram. Bagi Anda pemula, terdapat kelas II dan kelas II yang bisa Anda lalui.

Selain itu jarak tempuh arum jeram tersebut sepanjang 12 km dan Anda dapat melalui dalam waktu 2,5 hingga 3 jam. Tertarik berkunjung? Sungai Elo dapat Anda tempuh dari Yogyakarta sekitar 40 menit dan tidak jauh dari Candi Mendut.

Pemandian Umbul Pengging

Seperti namanya, tempat ini adalah tempat pemandian yang sering dikunjungi wisatawan. Sebelumnya merupakan tempat pemandian pada masaKasunanan Surakarta. Oleh karena itu pemandian ini sekilas terlihat berbeda dengan pemandian pada umumnya. Gaya arsitektur kuno tetap dipertahankan dan menampilkan ciri khas tersendiri.

Selain itu tempat pemandian ini dengan dikelilingi pepohonan yang membuat hawa di tempat ini terasa sejuk. Lokasinya di Desa Pengging, Kecamatan Banyudono, Boyolali.

Argowisata Sapi Perah

Anda dapat mengunjungi salah satu tempat sapi perah yang dijadikan argowisata di Boyolali. Boyolali merupakan daerah yang terkenal sebagai penghasil susu perah dan Anda dapat mengunjunginya di Kecamatan Cepogo.

Di sini Anda dapat melihat bagaimana sapi-sapi ternak tersebut dipelihara dari mulai memberikan makan hingga menjaga kebersihan kandang. Selain itu Anda juga dapat langsung belajar memerah susu yang didampingi petugas. Tidak ada salahnya Anda menambah pengetahuan bagaimana proses pembuatan susu yang Anda konsumsi.

Rahmad Azhar/National Geographic IndonesiaBukit Punthuk Setumbu memberikan alternatif lain untuk menikmati Borobudur dari kejauhan.

Punthuk Setumbu

Di Dusun Kerahan, Desa Karangrejo, Borobudur, Magelang, Anda bisa menikmati keindahan sunrise atau matahari terbit. Dari bukit yang memiliki ketinggian 400 meter, Anda bisa melihat detik-detik proses terbitnya matahari. Daerah bukit ini biasa disebut Punthuk Setumbu.

Untuk masuk ke tempat ini Anda hanya perlu membayar biaya retribusi sebesar Rp 15.000. Harga tersebut tidaklah mahal dibandingkan dengan keindahan yang Anda akan nikmati.

Mengintip Isi Hotel Terbaik Dunia di Sumba

Nihiwatu terpilih sebagai hotel terbaik dunia versi majalah Travel & Leisure. Simak apa saja yang membuat hotel ini begitu menarik di kalangan wisatawan asing.

Mengintip Isi Hotel Terbaik Dunia di Sumba
Peta Sumba, Nusa Tenggara Timur (Wikipedia)

Nihiwatu didapuk sebagai hotel terbaik di dunia tahun 2016 oleh majalah wisata , Travel+Leisure. Apa istimewanya hotel yang terletak di Sumba Barat tersebut?

Tiap tahun, majalah berbasis di Amerika Serikat yakni Travel+Leisuremengadakan survei untuk berbagai kategori di bidang pariwisata. Baru-baru ini, Nihiwatu yang terletak di Sumba didaulat sebagai hotel terbaik nomor 1 dari ajang “World’s Best Travel Awards 2016”. Nihiwatu mengalahkan deretan hotel bergengsi di AS, Selandia Baru, Australia, serta Ekuador dan Cile.

Warga Indonesia patut berbangga. Prestasi ini cukup bergengsi di kalangan pelaku industri pariwisata dunia. Lalu, apa yang membuat hotel ini menjadi yang terbaik dibanding hotel-hotel bergengsi lainnya?

Nihiwatu terletak di Desa Hobawawi, Wanukaka, Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur. Mengutip rilis yang diterima KompasTravel, Sabtu (9/7/2016), hotel ini menggabungkan kemewahan dengan unsur budaya lokal.

“Kami memperluas pemahaman kami sebagai ‘resor surgawi’, dan kini telah menciptakan sebuah destinasi yang memiliki rekam jejak geografi yang kuat, dengan ruang gerak yang sangat luas, yang memungkinkan para tamu untuk berkelana di keliaran alam Sumba,” tutur Managing Partner Nihiwatu, James McBride, seperti dikutip dari siaran pers tersebut.

Satu hal yang paling membedakan Nihiwatu dengan hotel-hotel lainnya adalah kegiatan social responsibility yang dilakukan pihak hotel bersama para tamunya.

Sebagian dari keuntungan Nihiwatu disumbangkan ke Yayasan Sumba (Sumba Foundation) yang dipelopori oleh pendiri Nihiwatu, Claude Graves dan Sean Downs pada 2001. Di Nihiwatu, 90 persen pekerjanya adalah warga lokal Sumba.

Nihiwatu punya vila tiga kamar berbentuk rumah pohon, terletak di atas tebing, menghadap langsung Samudera Hindia. Selain itu, ada lebih dari 33 akomodasi vila dengan kolam renang pribadi serta pemandangan indah ke Pantai Nihi.

Aktivitas yang bisa dilakukan beragam, mulai dari paket “safari spa” seharian penuh sampai eksplorasi pulau. Anda bisa trekking menuju beberapa air terjun tersembunyi, pesawahan yang indah, juga desa lokal dan desa seniman. Ada pula piknik makan siang komplit dengan jamuan kelapa segar yang baru jatuh dari pohon.

Occy’s Left, begitu nama private beach yang letaknya tidak jauh dari Nihiwatu. Ini adalah surf spot ternama di kalangan peselancar profesional.  Tempat berselancar yang jauh dari hiruk pikuk Canggu, Suluban, dan pantai-pantai mainstream lainnya di Bali.

Bersama staf profesional yang terlatih, para tamu di Nihiwatu bisa memancing di laut lepas, snorkeling, juga spearfishing. Saat sunset, tamu akan diajak menikmati terbenamnya matahari dengan naik kuda di pesisir pantai.

Anda yang ingin menginap di Nihiwatu harus rela merogoh kocek agak dalam. Harga per malamnya mulai dari 650 dollar AS (Rp 8,5 juta) untuk One Bedroom Villa sampai 12.000 dollar AS (Rp 157 juta) untuk Five Bedroom Estate. Namun saat high season yang jatuh pada Juni-Oktober dan Desember-Januari, harganya bisa dua kali lipat.

Meski begitu, tak sedikit wisatawan yang rela menghabiskan bujet sebesar itu untuk menginap di Nihiwatu. Menginap dengan mewah dan nyaman, sekaligus secara langsung membantu komunitas lokal.